TIMES MAROS, JAKARTA – PT Pertamina International Shipping (PIS), anak usaha PT Pertamina (Persero), dan PT PAL Indonesia menjajaki kolaborasi pembangunan dan modifikasi kapal, pemeliharaan dan perbaikan armada, pengembangan kapabilitas, serta peningkatan kapasitas pekerja untuk memperkuat industri maritim nasional.
Tidak hanya itu, Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menyatakan bahwa kerja sama tersebut juga mendukung upaya pihaknya untuk menghadapi tantangan di sektor industri energi.
“Tantangan energi di domestik dan global mengharuskan PIS terus memperkuat armada dan layanannya. Sinergi dengan PT PAL merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk melayani kebutuhan energi nasional,” kata Surya Tri Harto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (2/1/2025).
Ia menuturkan, kolaborasi tersebut merupakan lanjutan kerja sama yang telah dirintis sejak lama oleh kedua perusahaan, yakni perawatan, perbaikan, hingga pembangunan kapal.
Ia mengatakan, peremajaan armada dan pemeliharaan kapal merupakan bagian dari program transformasi bisnis PIS untuk memperkuat distribusi produk energi. Perseroan telah mendistribusikan 161 miliar liter minyak, produk BBM, dan LPG ke seluruh negeri maupun mancanegara.
Hingga saat ini, PIS mengoperasikan sekitar 750 kapal, terdiri dari kapal milik dan sewa, yang 111 unit di antaranya adalah kapal milik sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alyosius Mantiri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dan optimis upaya tersebut dapat mendukung transformasi perseroan.
“Kami sadar harus terus bertransformasi karena saat ini kami sedang dalam proses transformasi untuk membawa industri energi lebih maju lagi,” ujar Simon Alyosius Mantiri.
CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan, kerja sama tersebut sesuai dengan arahan pemerintah untuk menciptakan kemandirian di industri maritim, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang masih penuh dengan ketidakpastian.
“Ini adalah satu tangga pertama bagi kita untuk menghidupkan industri secara keseluruhan di Indonesia. Ketika dapat mengonsolidasikan dengan baik maka akan menghidupkan potensi pasar dan memberikan multiplier effect (efek berganda) untuk ekosistem industri maritim,” ucap Kaharuddin Djenod. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: PIS–PAL Satukan Kekuatan, Armada Energi Nasional Diperkuat dari Galangan Dalam Negeri
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |