TIMES MAROS, YOGYAKARTA – Musyawarah Kota (Mukota) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Yogyakarta resmi menetapkan Ir Eko Sutrisno, ST, M.Cs, IPU, ASEAN Eng sebagai Ketua Kadin Kota Yogyakarta periode 2025–2030.
Eko keluar sebagai pemenang melalui mekanisme voting setelah bersaing ketat dengan kandidat lainnya dalam forum tertinggi organisasi pengusaha tersebut.
Pemilihan Ketua Kadin Kota Yogyakarta berlangsung di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Senin (19/1/2026), dan disaksikan langsung oleh jajaran pengurus, anggota Kadin, serta perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kemenangan Eko Sutrisno menandai babak baru kepemimpinan Kadin Kota Yogyakarta dengan orientasi kuat pada transformasi digital, penguatan UMKM, dan kolaborasi lintas sektor.
Proses pemilihan Ketua Kadin Kota Yogyakarta berjalan demokratis dan transparan. Eko Sutrisno berhasil meraih suara terbanyak dalam voting anggota, mengungguli rivalnya yang juga memiliki basis kuat di internal organisasi yaitu Cahyo Baroto.
Kemenangan ini dinilai sebagai refleksi kepercayaan anggota Kadin terhadap visi dan gagasan Eko Sutrisno yang dinilai progresif, adaptif, dan relevan dengan tantangan dunia usaha saat ini.
Komitmen Jadikan Kadin Mitra Strategis Pemerintah
Sejak awal pencalonannya, Eko Sutrisno menegaskan komitmen untuk membawa Kadin Kota Yogyakarta menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi Yogyakarta harus berdaya saing global, namun tetap berpijak pada kearifan lokal sebagai identitas utama kota budaya.

“Kadin harus menjadi katalis. Menghubungkan pelaku usaha dengan pembiayaan, pasar, investasi, serta peningkatan kompetensi SDM, sekaligus mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan,” ujar Eko Sutrisno disela-sela Mukot, Senin (19/1/2026) petang.
Kemenangan Eko Sutrisno tak lepas dari rekam jejak akademik dan profesionalnya yang solid.
Ia merupakan lulusan S1 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM), S2 Magister Manajemen Informasi Ilmu Komputer MIPA UGM, dan saat ini tengah menempuh pendidikan Magister Kecerdasan Artifisial.
Di sisi profesional, Eko berpengalaman sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Dalam Negeri RI, serta menjabat Direktur PT Global Intermedia Nusantara.
Perpaduan latar belakang teknologi, tata kelola pemerintahan, dan bisnis ini menjadi nilai tambah dalam kepemimpinannya di Kadin.
Fokus Kolaborasi Pentahelix dan UMKM Berdaya Saing
Dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan, Eko Sutrisno mengusung penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media.
Model kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat peningkatan daya saing UMKM, startup, dan sektor ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta.
Eko Sutrisno memaparkan sejumlah arah program strategis yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya, antara lain:
- Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif melalui pembentukan Business Incubation Center, klinik konsultasi bisnis, pajak, legalitas, sertifikasi halal, serta fasilitasi promosi digital dan expo tahunan.
- Digitalisasi Dunia Usaha lewat program Go Digital UMKM dan pengembangan KADIN Digital Hub sebagai pusat informasi peluang usaha, tender, dan investasi.
- Kemitraan Strategis dengan Pemkot Yogyakarta, BUMD, swasta, hingga jejaring internasional melalui business matching dan misi dagang.
- Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi berbasis industri dan sertifikasi profesi bersama BNSP.
- Penguatan Sektor Unggulan, seperti pariwisata (wisata budaya, halal, dan event internasional), ekonomi hijau, kuliner, dan kriya.
- Akses Pembiayaan dan Investasi melalui kemitraan Kadin–perbankan serta pembentukan Yogyakarta Business Fund.
Sejalan dengan Tantangan Wali Kota Yogyakarta
Terpilihnya Eko Sutrisno juga sejalan dengan pesan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang sebelumnya menantang Kadin agar lebih fokus pada aksi nyata daripada sekadar urusan struktur organisasi.
Dalam pembukaan Mukota IX, Hasto menekankan pentingnya peran Kadin dalam menciptakan pengusaha baru hingga 4 persen serta mendorong UMKM merebut pasar lokal, termasuk sektor perhotelan di Yogyakarta.
Dengan visi dan program yang diusung Eko Sutrisno, Kadin Kota Yogyakarta diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara konkret.
Harapan Baru Kadin Kota Yogyakarta
Kepemimpinan Eko Sutrisno diharapkan membawa Kadin Kota Yogyakarta menjadi organisasi yang lebih adaptif terhadap transformasi digital, memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku usaha lokal, serta memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, dan pusat ekonomi kreatif berkelas nasional hingga global.
Mukota IX Kadin Kota Yogyakarta pun bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan titik awal arah baru pembangunan ekonomi kerakyatan di Kota Gudeg. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Menang Voting di Mukota IX, Eko Sutrisno Resmi Pimpin Kadin Kota Yogyakarta 2025–2030
| Pewarta | : Soni Haryono |
| Editor | : Ronny Wicaksono |